Pages

Selasa, 08 Juni 2010

TIGA MOTIF SOSIAL MC. CLELLAND

1. Motif beraffiliasi (affiliation motive) atau n-Aff
Yaitu motif yang akan mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Bagi dirinya keakraban dalam berhubungan dengan orang lain adalah tujuan utamanya dimana terdapat suasana yang penuh keakraban, santai, harmonis. Ia mempunyai perhatian besar terhadap diri orang lain, persoalan orang lain dihayati sebagaimana ia menghayati dirinya sendiri. Demikian pula toleransinya cukup besar.
Motif ini ditunjukkan melalui :
• Lebih suka bersama dan bergaul dengan orang lain dari pada sendirian
• Lebih mementingkan aspek-aspek interpersonal (hubungan manusia) dari pada aspek-aspek yang menyangkut tugas-tugas dalam pekerjaannya
• Berusaha mendapat persetujuan orang lain
• Lebih efektif bekerja dalam suasana bersahabat
Pemikirannya :
• Keinginan untuk mengadakan, memperbaiki atau memelihara persahabatan
• Keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan persahabatan

2. Motif berkuasa (power motive) atau n-Pow
Ialah motif yang menyebabkan seseorang ingin menguasai atau mendominir orang lain dalam berhubungan dengan lingkungannya. Ia senang apabila ia dapat bertindak dan berkuasa atas orang lain, dan orang-orang yang ia kuasai itu mau berbuat seperti apa yang ia katakan.
Motif ini ditunjukkan melalui :
• Aktif dalam organisasi politik
• Peka terhadap struktur unterpersonal (atasan-bawahan dll) dari suatu kelompok
• Mencoba membantu orang lain tanpa diminta dan atau diinginkan orang yang bersangkutan
• Menunjukkannya melalui tindakan-tindakan, kata-kata, dll.
Pemikirannya :
• Pemikiran untuk berbuat sesuatu yang menimbulkan perasaan kuat, baik yang positif maupun negatif bagi orang lain.
• Berusaha menguasai orang lain dengan mengatur tingkah laku atau keadaan hidup orang lain

3. Motif berprestasi (achievement motive) atau n-Ach
Adalah motif yang mengarahkan tingkah lakunya dengan titik berat pada tercapainya suatu prestasi tertentu. Mencapai atau memperoleh ssuatu yang lebih baik adalah suatu kebutuhan yang sulit dihilangkan, ia akan berusaha terus sampai pada suatu saat ia memperoleh apa yang diinginkannya itu. Sesuatu yang ada dalam pikiran orang-orang yang memiliki motivasi berprestasi ini adalah suatu usaha, perjuangan agar ia bisa memperoleh prestasi.
Ciri-cirinya :
• Rick Taker
Menyukai pekerjaan-pekerjaan/tugas-tugas dengan tingkat kesulitan moderat. Kurang bersemangat pada pekerjaan/kegiatan yang terlalu mudah dan atau terlalu sulit.
• Task Result Oriented
Aktifitas instrumental yang khas dan energik !
Memiliki motivasi/dorongan yang kuat untuk berhasil menyelesaikan tugasnya, tekun, keras hati, bekerja keras dan memiliki kemantapan hati untuk melakukannya.
Melihat keberhasilan/kegagalan bukan sebagai faktor yang disebabkan pihak luar dirinya, tetapi dirinyalah sebagai pengendalinya.
Bagi mereka berkarya tidak hanya sesuai target bahkan kalau bisa lebih baik daripada target. Dia selalu memiliki naluri senang, bahagia dan puas melakukan yang terbaik, tidak mengenal setengah-setengah.
• Self Confidence
Individual responsibility (tanggung jawab pribadinya) tinggi, demikian juga apabila bekerja dalam suatu kelompok, tanggung jawab terhadap kelompok juga tinggi, dimana sasaran kelompok dirasakannya sebagai sasaran pribadinya.
Mereka mempercayai kemampuannya sendiri, kemampuan bekerja sendiri, dapat bersikap optimis, dinamis, serta memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin.
• Originiality
Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang asli dari pemikirannya sendiri, mampu menciptakan hal-hal yang baru yang tidak terikat pada pola yang ada. Kreatif dan cakap dalam berbagai bidang dan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup banyak.
• People Oriented
Mampu mempergunakan orang lain sebagai feed back atau umpan balik bagi kepentingannya, fleksibel, mampu menerima kritik atau pendapat yang diberikan orang lain terhadap dirinya.
Memandang penting “Knowledge of Result” (mengetahui hasil) sebagai feed back untuk perencanaan masa depan
• Future Oriented
Mempunyai antisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa datang

Sebenarnya ketiga motif tersebut ada dalam diri seseorang, namun kekuatan motif tersebut pada tiap orang akan berbeda atau tidak sama. Biasanya hanya satulah kuat, sehingga tampil ke dalam suatu bentuk tingkah laku yang nyata (overt) dan hal inipun tidak terlepas dari keadaan atau situasi lingkungan, apakah memungkinkan atau tidak lahirnya bentuk tingkah laku yang dikuasai oleh motif itu.

Mengenali Kemampuan Diri Part 2 (TES)

SURVEY HAMBATAN KRITIS :

Petunjuk untuk melakukan survai :

Dibawah, Anda menemukan 110 pertanyaan yang mungkin benar bagi Anda atau mungkin juga tidak benar bagi Anda. Bacalah masing-masing pernyataan, dan jika Anda merasa itu benar bagi Anda, tandailah yang tepat pada jawaban anda. Jika anda merasa ragu mengenai suatu pernyataan, pikirkan mengenai hal tersebut dan jawablah dengan apa yang Anda rasa paling dekat dengan kebenaran. Hendaklah Anda menjawab sejujur mungkin.

1. Saya tidak puas mengenai kesehatan fisik saya

2. Saya tidak pasti bagaimana pendirian saya atau pelbagai masalah yang prinsip

3. Saya kadang-kadang merasa bahwa saya harus mengambil keputusan penting mengenai hidup saya, namun saya menghindari untuk melakukannya

4. Saya tidak banyak berusaha mengembangkan pribadi saya

5. Saya kerap kali tidak mampu memecahkan masalah secara efektif

6. Saya kerap kali tidak mengadakan eksperimen dan mencoba gagasan baru

7. Saya kerap kali kecewa karena saya merasa bahwa pandangan saya tidak diperhitungkan sepenuhnya oleh orang lain

8. Saya tidak membicarakan dan memahami prinsip yang mendasari praktek managemen saya

9. Saya mengalami kesulitan untuk meminta bawahan saya bekerja dengan efektif

10. Saya yakin bahwa pelatihan bawahan saya pertama-tama merupakan tanggung jawab orang lain

11. Saya merasa memimpin rapat itu sulit dan kerap kali tidak menyenangkan

12. Saya terlalu memaksa diri untuk memenuhi tuntutan pekerjaan

13. Saya jarang sekali meminta orang untuk memberikan tanggapan atas pendekatan dasar saya terhadap hidup dan pekerjaan

14. Jika ditanya saya akan mengalami kesulitan mengatakan kepada seseorang, apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya

15. Saya yakin bahwa potensi saya sudah sepenuhnya dikembangkan

16. Pendekatan saya terhadap masalah kerap kali tidak sistimatik

17. Anda dapat menggambarkan saya sebagai “orang yang tidak suka akan perubahan”

18. Saya mengalami kesulitan mempengaruhi orang lain dengan berhasil

19. Saya tidak memikirkan secara mendalam tentang gaya manajemen saya

20. Kadang-kadang saya merasa bahwa saya menerima dukungan yang tidak memadai

21. Tidak banyak tenaga yang saya berikan untuk melatih dan mengembangkan bawahan saya

22. Pada umumnya, saya merasa bahwa teknik untuk pengembangan kelompok tidak merupakan tugas dalam dunia organisasi

23. Saya sangat tidak menyukai gagasan menjadi orang yang tidak terkenal

24. Kadang-kadang saya mengambil cara yang mudah dari pada melakukan apa yang saya ketahui seharusnya dikerjakan

25. Tujuan pribadi dan tujuan kegiatan/organisasi saya kerapkali bertentangan

26. Saya tidak mengharapkan/mengalami hidup/kerja saya menggembirakan

27. Jarang sekali saya meninjau kembali sasaran kegiatan/organisasi saya

28. Kerap kali saya merasa bahwa orang lain lebih kreatif dari saya

29. Saya mengalami kesulitan memberikan kesan pertama yang baik

30. Jarang saya membicarakan atau mencari umpan balik mengenai kekuatan dan kelemahan saya sebagai seorang manager

31. Saya mengalami kesulitan membina hubungan positif dengan bawahan saya

32. Jarang sekali saya menyisihkan waktu untuk meninjau kembali kebutuhan perkembangan bawahan saya

33. Saya tidak mempunyai pengalaman nyata dalam membina tim

34. Saya tidak pandai mengatur waktu secara efektif

35. Saya kerap kali tidak tegas dalam hal prinsip

36. Jarang sekali saya mencoba mengukur prestasi saya secara objektif

37. Jarang sekali saya mencari pengalaman baru

38. Kerap kali saya mengalami kesulitan dalam menangani informasi

39. Kadang-kadang kebutuhan saya untuk selalu tertib-teratur menghambat saya untuk melakukan eksperiman

40. Saya kerap sekali merasa bahwa saya tidak cukup berani mengemukakan pendapat

41. Pada umumnya, saya yakin bahwa saya tidak dapat mengubah sikap orang terhadap pekerjaan

42. Saya ragu apakah bawahan saya berusaha bekerja sebaik mungkin bagi organisasi

43. Terus terang saya tidak melihat manfaat menempatkan aktifis yunior dalam posisi pengambil keputusan diorganisasi saya

44. Saya tidak berusaha menciptakan suasana terbuka dan penuh kepercayaan dalam kelompok kerja

45. Saya merasa bahwa kehidupan pribadai dan keluarga saya sangat dirugikan oleh pekerjaan saya

46. Kadang-kadang saya menyadari bersikap berlawanan dengan keyakinan saya

47. Jarang sekali saya mencari umpan balik dari orang lain mengenai prestasi atau kemampuan saya.

48. Aktivitas saya sangat mempengaruhi kehidupan pribadi saya

49. Saya bukan perencana yang baik

50. Saya cenderung putus asa dan menyerah kalau pemecahan tidak ditemukan dengan segera

51. Saya mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain

52. Saya sebenarnya tidak tahu apa yang menjadi motivasi orang untuk berprestasi tinggi

53. Saya merasa sulit untuk mendelegasikan wewenang secara efektif

54. Saya cenderung menghindari memberikan umpan balik pribadi kepada orang lain, kecuali bila diminta secara khusus

55. Hubungan antara tim yang saya pimpin dengan tim lainnya dalam organisasi seharusnya lebih baik

56. Aktivitas sangat membuatku lelah

57. Saya tidak yakin bahwa pada dasarnya berguna mempertahankan nilai-nilai saya

58. Saya ingin meninjau-ulang kemajuan dan pretasi saya secara teratur

59. Saya tidak menyukai tantangan

60. Saya tidak meninjau ulang kemajuan dan prestasi saya secara teratur

61. Saya dituduh terlalu lunak

62. Saya mengalami kesulitan meminta orang bersikap seperti yang saya inginkan

63. Dalam mengatur orang, saya merasa saat mencoba menerapkan gagasan-gagasan baru dalam manajemen tidak banyak manfaatnya

64. Kerap kali saya gagal mencapai tingkat motivasi yang tinggi di antara bawahan saya

65. Saya yakin bahwa membimbing bawahan secara efektif itu bukan tanggung hawab seorang manajer pada umumnya

66. Sebagai seorang manajer, saya yakin bahwa saya harus menjadi pemimpin bawahan saya dalam kegiatan apapun

67. Saya cenderung makan terlalu banyak

68. Kadang-kadang saya merasa bahwa nilai-nilai saya tidak konsisten

69. Saya tidak mempunyai cukup empati kepada rekan-rekan sekerja saya

70. Saya jarang berfikir mengenai apa yang menghambat saya untuk menjadi efektif

71. Saya secara sadar tidak menggunakan orang untuk membantu diri saya sendiri memecahkan masalah

72. Saya mengalami kesulitan dalam memimpin orang-orang yang berjiwa inovatif tinggi

73. Saya tidak puas terhadap prestasi saya dalam rapat-rapat

74. Saya cenderung memakai pendekatan yang seragam dalam memimpin orang lain tanpa mempedulikan pengalaman ataupun kepribadian mereka.

75. Saya sungguh mengalami kesulitan berhubungan dengan beberapa orang bawahan saya

76. Kesempatan untuk belajar dan perkembangan itu ada bagi bawahan saya, tetapi kerapkali dibiarkan lewat tak terpakai.

77. Saya tidak selalu melihat jelas apa yang diharapkan dari kelompok yang saya pimpin

78. Kerap kali saya tidak merasa bersemangat dan gembira

79. Saya tidak yakin bagaimana pendidikan yang saya terima mempengaruhi keyakinan-keyakinan saya

80. Saya tidak mempunyai rencana karier yang jelas, namun saya merasa saya harus mempunyainya

81. Saya cenderung menyerah kalau pekerjaan menjadi sulit

82. Saya kurang berani memimpin rapat untuk memecahkan masalah

83. Melahirkan gagasan kerap kali merupakan kesulitan bagi saya

84. Kadang-kadang saya tidak melakukan apa yang saya katakana

85. Saya yakin bahwa orang terlali banyak mempertanyakan keputusan manajer dewasa ini

86. Saya kurang merumuskan peran dan sasaran dari bawahan saya

87. Saya yakin bahwa tidak banyak yang dapat dipelajari mengenai bimbingan bagi orang lain; atau orang berbakat untuk melakukan hal itu atau tidak pernah akan mampu melakukannya

88. Saya tidak memiliki keterampilan yang dituntut untuk membentuk suatu tim yang efektif

89. Teman-temanku kadang-kadang memberitahu bahwa saya kurang memperhatikan diri saya

90. Saya ragu mendiskusikan keyakinan pribadi saya dengan orang lain

91. Saya tidak mendiskusikan tujuan jangka panjang saya dengan orang lain

92. Saya dapat digambarkan dengan tepat sebagai “orang yang terbuka dan luwes”

93. Pada umumnya, saya tidak menggunakan pendekatan metodis untuk memecahkan masalah

94. Kalau saya berbuat salah, saya merasa malu dan rendah diri

95. Saya bukan pendengar yang baik

96. Saya merasa sulit mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain secara efektif

97. Seandainya saya tegas, saya ragu sejauh mana orang yang saya pimpin akan memberikan dukungan kepada saya

98. Beberapa orang bawahan saya kurang memiliki keterampilan yang diperlukan

99. Saya merasa bahwa orang-orang yang saya pimpin tidak banyak memberikan sumbangan diluar apa yang mereka berikan sekarang ini

100. Kadang-kadang saya mengalami kesulitan mengatasi kesulitan emosional saya

101. Saya tidak yakin seberapa dekat nilai-nilai saya berdekatan dengan nilai-nilai organisasi

102. Biasanya saya tidak mencapai ambisi pribadi saya

103. Jarang sekali saya meluangkan usaha saya

104. Saya rasa saya mempunyai masalah yang lebih banyak dan lebih besar dewasa ini dan daripada beberapa tahun yang lalu

105. Saya tidak menilai hal-hal kecil dalam pekerjaan

106. Saya tidak merasa bahwa orang cukup segan terhadap saya

107. Kerapkali saya harus memimpin orang lain dengan metode yang sebenarnya tidak saya yakini

108. Saya mencurigai bawahan saya tidak memberikan penghargaan tinggi kepada saya sebagai seorang manajer

109. Saya tidak berpendapat bahwa penting bagi orang lain mampu melakukan tugas saya

110. Pada dasarnya saya bukanlah orang yang cocok untuk bekerja dalam tim


ingin tau mengenai dirimu, kirim email jawaban qm ke emailq kojekfajar@gmail.com dan tunggu jawbannya....

Tes Kemampuan Diri

BAKAT :

· Wujudnya : musik, seni rupa, sastra, tata boga s.d. kepemimpinan

· Orang yang berbakat, dengan belajar sendiripun sudah cukup

· Faktor pendukung bakat :

1. Faktor bawaan

2. Faktor lingkungan yang mendukung

3. Faktor kemauan untuk mengembangkan bakat

· Bakat lebih berkaitan dengan hal-hal praktis

· Bakat bisa lebih dari satu :

o Sedikit yang bisa tersalurkan

o Umumnya sebagian terpendam lalu hilang !!!

· Hobby :

o Tumbuh di awal perkembangan sebagai anak

o Keinginan untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari sesuatu yang kita minati

· Indikasi bakat : kepekaan dan kecepatan kita menanggapi rangsang yang muncul.

· Dengan mengembangkan keingintahuan kita pada suatu bidang, hal ini akan merembet kepada keingintahuan kita pada bidang-bidang lainnya.

· Contoh mengembangkan kemampuan menulis :

o Banyak membaca tulisan yang dinilai baik

o Karya sastra : latih kepekaan ritme, suasana, humor, ironi

Þ membaca karya “kreatif”

Þ karya jurnalistik : latih observasi

Þ Cari teman diskusi

o Bersedia gagal

o Latihlah diri tanpa putus-putusnya

Rumusan Singkat Hambatan :

1. Kurang Mampu Mengatur Diri : tidak mampu menggunakan waktu, tenaga, dan keterampilan seseorang atau tidak mampu menghadapi ketegangan hidup manajerial

2. Nilai Pribadi Kabur : tidak melihat jelas nilai-nilai seseorang atau mempunyai nilai yang tidak tepat bagi kehidupan kerja dan pribadi dalam dunia modern dewasa ini

3. Tujuan Pribadi Kabur : tidak jelas mengenal tujuan hidup pribadi atau tujuan kerja atau mempunyai tujuan yang tidak cocok dengan pekerjaan dan kehidupan dewasa ini

4. Pengembangan Pribadi Terhambar : kurang mempunyai sikap dan kemampuan menghadapi tantangan dan kesempatan

5. Kurang Terampil Memecahkan Masalah : kurang mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan dan strategi yang perlu untuk memecahkan masalah rumit

6. Kreatifitas Rendah : kurang mampu melahirkan gagasan yang baru dan memanfaatkannya

7. Pengaruh Rendah : kurang berpengaruh untuk meminta kesanggupan dan bantuan orang lain atau mempengaruhi keputusan mereka

8. Kurang Pemahaman Manajerial : kurang cukup memahami bagaimana memberi motivasi kepada orang atau bersikap kepemimpinan yang kuno, tidak manusiawi atau tidak cocok

9. Kurang Mampu Menyelia : kurang memiliki kemampuan praktis untuk memperoleh hasil melalui usaha orang lain

10. Kurang Mampu Melatih : kurang mempunyai kemampuan atau kesediaan membantu orang lain berkembang dan memperluas kemampuan mereka

11. Kurang Mampu Membina Tim : tidak mampu membantu kelompok atau tim berkembang dan menjadi efektif.


SURVEY HAMBATAN KRITIS :

Petunjuk untuk melakukan survai :

Dibawah, Anda menemukan 110 pertanyaan yang mungkin benar bagi Anda atau mungkin juga tidak benar bagi Anda. Isilah kertas jawaban. Bacalah masing-masing pernyataan, dan jika Anda merasa itu benar bagi Anda, tandailah kotak yang tepat pada lembar jawaban. Jika anda merasa ragu mengenai suatu pernyataan, pikirkan mengenai hal tersebut dan jawablah dengan apa yang Anda rasa paling dekat dengan kebenaran. Hendaklah Anda menjawab sejujur mungkin.

1. Saya tidak puas mengenai kesehatan fisik saya

2. Saya tidak pasti bagaimana pendirian saya atau pelbagai masalah yang prinsip

3. Saya kadang-kadang merasa bahwa saya harus mengambil keputusan penting mengenai hidup saya, namun saya menghindari untuk melakukannya

4. Saya tidak banyak berusaha mengembangkan pribadi saya

5. Saya kerap kali tidak mampu memecahkan masalah secara efektif

6. Saya kerap kali tidak mengadakan eksperimen dan mencoba gagasan baru

7. Saya kerap kali kecewa karena saya merasa bahwa pandangan saya tidak diperhitungkan sepenuhnya oleh orang lain

8. Saya tidak membicarakan dan memahami prinsip yang mendasari praktek managemen saya

9. Saya mengalami kesulitan untuk meminta bawahan saya bekerja dengan efektif

10. Saya yakin bahwa pelatihan bawahan saya pertama-tama merupakan tanggung jawab orang lain

11. Saya merasa memimpin rapat itu sulit dan kerap kali tidak menyenangkan

12. Saya terlalu memaksa diri untuk memenuhi tuntutan pekerjaan

13. Saya jarang sekali meminta orang untuk memberikan tanggapan atas pendekatan dasar saya terhadap hidup dan pekerjaan

14. Jika ditanya saya akan mengalami kesulitan mengatakan kepada seseorang, apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya

15. Saya yakin bahwa potensi saya sudah sepenuhnya dikembangkan

16. Pendekatan saya terhadap masalah kerap kali tidak sistimatik

17. Anda dapat menggambarkan saya sebagai “orang yang tidak suka akan perubahan”

18. Saya mengalami kesulitan mempengaruhi orang lain dengan berhasil

19. Saya tidak memikirkan secara mendalam tentang gaya manajemen saya

20. Kadang-kadang saya merasa bahwa saya menerima dukungan yang tidak memadai

21. Tidak banyak tenaga yang saya berikan untuk melatih dan mengembangkan bawahan saya

22. Pada umumnya, saya merasa bahwa teknik untuk pengembangan kelompok tidak merupakan tugas dalam dunia organisasi

23. Saya sangat tidak menyukai gagasan menjadi orang yang tidak terkenal

24. Kadang-kadang saya mengambil cara yang mudah dari pada melakukan apa yang saya ketahui seharusnya dikerjakan

25. Tujuan pribadi dan tujuan kegiatan/organisasi saya kerapkali bertentangan

26. Saya tidak mengharapkan/mengalami hidup/kerja saya menggembirakan

27. Jarang sekali saya meninjau kembali sasaran kegiatan/organisasi saya

28. Kerap kali saya merasa bahwa orang lain lebih kreatif dari saya

29. Saya mengalami kesulitan memberikan kesan pertama yang baik

30. Jarang saya membicarakan atau mencari umpan balik mengenai kekuatan dan kelemahan saya sebagai seorang manager

31. Saya mengalami kesulitan membina hubungan positif dengan bawahan saya

32. Jarang sekali saya menyisihkan waktu untuk meninjau kembali kebutuhan perkembangan bawahan saya

33. Saya tidak mempunyai pengalaman nyata dalam membina tim

34. Saya tidak pandai mengatur waktu secara efektif

35. Saya kerap kali tidak tegas dalam hal prinsip

36. Jarang sekali saya mencoba mengukur prestasi saya secara objektif

37. Jarang sekali saya mencari pengalaman baru

38. Kerap kali saya mengalami kesulitan dalam menangani informasi

39. Kadang-kadang kebutuhan saya untuk selalu tertib-teratur menghambat saya untuk melakukan eksperiman

40. Saya kerap sekali merasa bahwa saya tidak cukup berani mengemukakan pendapat

41. Pada umumnya, saya yakin bahwa saya tidak dapat mengubah sikap orang terhadap pekerjaan

42. Saya ragu apakah bawahan saya berusaha bekerja sebaik mungkin bagi organisasi

43. Terus terang saya tidak melihat manfaat menempatkan aktifis yunior dalam posisi pengambil keputusan diorganisasi saya

44. Saya tidak berusaha menciptakan suasana terbuka dan penuh kepercayaan dalam kelompok kerja

45. Saya merasa bahwa kehidupan pribadai dan keluarga saya sangat dirugikan oleh pekerjaan saya

46. Kadang-kadang saya menyadari bersikap berlawanan dengan keyakinan saya

47. Jarang sekali saya mencari umpan balik dari orang lain mengenai prestasi atau kemampuan saya.

48. Aktivitas saya sangat mempengaruhi kehidupan pribadi saya

49. Saya bukan perencana yang baik

50. Saya cenderung putus asa dan menyerah kalau pemecahan tidak ditemukan dengan segera

51. Saya mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain

52. Saya sebenarnya tidak tahu apa yang menjadi motivasi orang untuk berprestasi tinggi

53. Saya merasa sulit untuk mendelegasikan wewenang secara efektif

54. Saya cenderung menghindari memberikan umpan balik pribadi kepada orang lain, kecuali bila diminta secara khusus

55. Hubungan antara tim yang saya pimpin dengan tim lainnya dalam organisasi seharusnya lebih baik

56. Aktivitas sangat membuatku lelah

57. Saya tidak yakin bahwa pada dasarnya berguna mempertahankan nilai-nilai saya

58. Saya ingin meninjau-ulang kemajuan dan pretasi saya secara teratur

59. Saya tidak menyukai tantangan

60. Saya tidak meninjau ulang kemajuan dan prestasi saya secara teratur

61. Saya dituduh terlalu lunak

62. Saya mengalami kesulitan meminta orang bersikap seperti yang saya inginkan

63. Dalam mengatur orang, saya merasa saat mencoba menerapkan gagasan-gagasan baru dalam manajemen tidak banyak manfaatnya

64. Kerap kali saya gagal mencapai tingkat motivasi yang tinggi di antara bawahan saya

65. Saya yakin bahwa membimbing bawahan secara efektif itu bukan tanggung hawab seorang manajer pada umumnya

66. Sebagai seorang manajer, saya yakin bahwa saya harus menjadi pemimpin bawahan saya dalam kegiatan apapun

67. Saya cenderung makan terlalu banyak

68. Kadang-kadang saya merasa bahwa nilai-nilai saya tidak konsisten

69. Saya tidak mempunyai cukup empati kepada rekan-rekan sekerja saya

70. Saya jarang berfikir mengenai apa yang menghambat saya untuk menjadi efektif

71. Saya secara sadar tidak menggunakan orang untuk membantu diri saya sendiri memecahkan masalah

72. Saya mengalami kesulitan dalam memimpin orang-orang yang berjiwa inovatif tinggi

73. Saya tidak puas terhadap prestasi saya dalam rapat-rapat

74. Saya cenderung memakai pendekatan yang seragam dalam memimpin orang lain tanpa mempedulikan pengalaman ataupun kepribadian mereka.

75. Saya sungguh mengalami kesulitan berhubungan dengan beberapa orang bawahan saya

76. Kesempatan untuk belajar dan perkembangan itu ada bagi bawahan saya, tetapi kerapkali dibiarkan lewat tak terpakai.

77. Saya tidak selalu melihat jelas apa yang diharapkan dari kelompok yang saya pimpin

78. Kerap kali saya tidak merasa bersemangat dan gembira

79. Saya tidak yakin bagaimana pendidikan yang saya terima mempengaruhi keyakinan-keyakinan saya

80. Saya tidak mempunyai rencana karier yang jelas, namun saya merasa saya harus mempunyainya

81. Saya cenderung menyerah kalau pekerjaan menjadi sulit

82. Saya kurang berani memimpin rapat untuk memecahkan masalah

83. Melahirkan gagasan kerap kali merupakan kesulitan bagi saya

84. Kadang-kadang saya tidak melakukan apa yang saya katakana

85. Saya yakin bahwa orang terlali banyak mempertanyakan keputusan manajer dewasa ini

86. Saya kurang merumuskan peran dan sasaran dari bawahan saya

87. Saya yakin bahwa tidak banyak yang dapat dipelajari mengenai bimbingan bagi orang lain; atau orang berbakat untuk melakukan hal itu atau tidak pernah akan mampu melakukannya

88. Saya tidak memiliki keterampilan yang dituntut untuk membentuk suatu tim yang efektif

89. Teman-temanku kadang-kadang memberitahu bahwa saya kurang memperhatikan diri saya

90. Saya ragu mendiskusikan keyakinan pribadi saya dengan orang lain

91. Saya tidak mendiskusikan tujuan jangka panjang saya dengan orang lain

92. Saya dapat digambarkan dengan tepat sebagai “orang yang terbuka dan luwes”

93. Pada umumnya, saya tidak menggunakan pendekatan metodis untuk memecahkan masalah

94. Kalau saya berbuat salah, saya merasa malu dan rendah diri

95. Saya bukan pendengar yang baik

96. Saya merasa sulit mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain secara efektif

97. Seandainya saya tegas, saya ragu sejauh mana orang yang saya pimpin akan memberikan dukungan kepada saya

98. Beberapa orang bawahan saya kurang memiliki keterampilan yang diperlukan

99. Saya merasa bahwa orang-orang yang saya pimpin tidak banyak memberikan sumbangan diluar apa yang mereka berikan sekarang ini

100. Kadang-kadang saya mengalami kesulitan mengatasi kesulitan emosional saya

101. Saya tidak yakin seberapa dekat nilai-nilai saya berdekatan dengan nilai-nilai organisasi

102. Biasanya saya tidak mencapai ambisi pribadi saya

103. Jarang sekali saya meluangkan usaha saya

104. Saya rasa saya mempunyai masalah yang lebih banyak dan lebih besar dewasa ini dan daripada beberapa tahun yang lalu

105. Saya tidak menilai hal-hal kecil dalam pekerjaan

106. Saya tidak merasa bahwa orang cukup segan terhadap saya

107. Kerapkali saya harus memimpin orang lain dengan metode yang sebenarnya tidak saya yakini

108. Saya mencurigai bawahan saya tidak memberikan penghargaan tinggi kepada saya sebagai seorang manajer

109. Saya tidak berpendapat bahwa penting bagi orang lain mampu melakukan tugas saya

110. Pada dasarnya saya bukanlah orang yang cocok untuk bekerja dalam tim

ingin tau jawabannya seperti apa kemampuan kalian kirim ke emailq ja jawabannya kalian ke emailq kojekfajar@gmail.com